13. HUKUM REPRODUKSI
Dibutuhkan Seorang Pemimpin Untuk Mengangkat Seorang
Pemimpin
·
Dalam
bahasan Hukum Kehormatan dijelaskan bahwa orang dengan sendirinya mengikuti
pemimpin yang lebih kuat daripada mereka sendiri. Demikian pulalah halnya,
hanya pemimpinlah yang mampu mengembangkan pemimpin lainnya. Orang tak mungkin
memberikan kepada orang lain sesuatu yang tak dimilikinya. Para pengikut takkan
dapat mengembangkan pemimpin. Namun hanya karena seseorang adalah pemimpin,
belum tentu ia akan mengangkat pemimpin lainnya.
·
Mengapakah
tidak semua pemimpin mengembangkan pemimpin lainnya? Ada banyak alasannya.
Terkadang mereka tidak menyadari nilai dari mengembangkan pemimpin (dibahas
mendalam pada Hukum Pertumbuhan Eksplosif). Yang lain mungkin terlalu
memfokuskan perhatiannya pada para pengikutnya dan memberikan begitu banyak
sehingga tidak ada sisa bagi staff kuncinya.
·
Untuk
menjatuhkan orang lain, Anda pun harus jatuh bersama mereka.
·
Jika
Anda ingin terus berkembang sebagai seorang pemimpin, Andapun harus melakukan
hal yang sama. Lewatkanlah waktu bersama pemimpin terbaik yang dapat Anda temukan.
Jika Anda baru saja mulai, Anda mungkin perlu melewatkan waktu bersama
orang-orang di bidang Anda agar Anda dapat menguasai dasar-dasar profesi Anda.
Namun begitu Anda mendapatkan landasan tersebut, pelajarilah kepemimpinan dari
orang-orang dari berbagai profesi. Apapun profesinya, prinsip-prinsip
kepemimpinan tetap sama.
·
Satu-satunya
cara Anda dapat mengembangkan pemimpin lainnya adalah menjadi pemimpin yang
lebih baik. Jika Anda telah mengmbil langkah pertama itu, syukurlah. Anda sudah
pada posisi untuk mengangkat pemimpin lainnya. Sementara Anda mulai, ingatlah
bahwa pemimpin yang mengangkat pemimpin …
a.
Melihat
gambaran besarnya
o
Setiap
mentor kepemimpinan yang efektif menjadikan pengembangan pemimpin itu salah
satu prioritas yang tertinggi dalam hidupnya. Ia tahu bahwa potensi
organisasinya tergantung pada pertumbuhan kepemimpinannya. Semakin banyak
pemimpin yang ada, semakin besar kesempatan suksesnya.
b.
Menarik
para pemimpin potensial
o
Ross
Perot mengatakan, “Pemimpin itu tidak berkerumun. Anda harus mencarinya satu
persatu”. Itu benar. Namun seperti yang juga dikatakan oleh Hukum Daya Tarik,
jika Anda terlebih dulu mengembangkan kualitas kepemimpinan, Anda akan mampu
menarik orang-orang yang memiliki potensi menjadi pemimpin. Jika Anda
melakukannya dan juga mendapatkan rasa hormat mereka, Anda akan mendapatkan
kesempatan untuk mengembangkan mereka menjadi pemimpin yang lebih baik.
c.
Menciptakan
lingkungan elang
o
Lingkungan
di mana kepemimpinan itu dihargai dan diajarkan menjadi asset bagi seorang
mentor kepemimpinan. Bukan saja lingkungan seperti itu menarik “para elang”,
melainkan juga membantu mereka belajar terbang. Suatu lingkungan elang adalah
lingkungan di mana seorang pemimpin melontarkan suatu visi, menawarkan
insentif, mendorong kreativitas, membiarkan orang mengambil risiko, dan meminta
pertanggungjawaban. Lakukanlah hal itu untuk waktu yang cukup lama dengan cukup
banyak orang, maka akan Anda kembangkan suatu kebudayaan kepemimpinan di mana
para elang akan berkerumun.
·
Semuanya
bermula dari atas, karena dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengangkat pemimpin
lainnya. Para pengikut tak mungkin melakukannya. Atau program-program
institusional. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengenal seorang pemimpin
lainnya, memperlihatkan seorang pemimpin lainnya, dan mengembangkan seorang
pemimpin lainnya. Itulah Hukum Reproduksi.
14. HUKUM KEPERCAYAAN
Orang Percaya Dulu Kepada Sang Pemimpin Baru Visinya
·
Sang
pemimpin menemukan impiannya baru pengikutnya. Pengikut menemukan pemimpinnya
baru impiannya. Begitulah cara kerja Hukum Kepercayaan.
·
Banyak
orang yang terbalik pendekatannya dalam bidang visi dalam kepemimpinan. Mereka
percaya bahwa jika tujuannya cukup baik, orang otomatis akan percaya dan
mengikutinya.Namun bukan begitulah cara kerja kepemimpinan yang sesungguhnya.
Orang takkan mengikuti tujuannya terlebih dulu. Mereka mengikuti pemimpin yang
dapat dipercaya, yang melontarkan tujuan-tujuan yang layak. Orang akan percaya
kepada sang pemimpinnya dulu, baru visi sang pemimpin.
·
Setiap
pesan yang orang terima disaring oleh pembawa pesannya. Jika Anda menganggap
seorang pembawa pesan dapat dipercaya, maka Anda percaya nahwa pesannya ada
nilainya. Begitu orang percaya pada seseorang, mereka akan bersedia memberikan
kesempatan kepadanya untuk membuktikan visinya. Orang ingin mengikuti
orang-orang dengan siapa mereka akur.
·
Kombinasi
pemimpin dan visi dengan hasil:
a.
Jika
para pengikut tidak suka pemimpinnya atau visinya, mereka akan mencari pemimpin
lain.
b.
Jika
para pengikut tidak suka pemimpinnya namun suka visinya, mereka tetap akan
mencari pemimpin lain.
c.
Jika
para pengikut suka pemimpinnya namun tidak suka visinya, mereka ubah visinya.
d.
Jika
para pengikut suka kepada pemimpinnya dan visinya, mereka akan mendukung
keduanya.
·
Sebagai
pemimpin, visi yang hebat atau tujuan yang layak tidaklah cukup untuk membuat
orang mengikuti Anda. Terlebih dulu Anda harus menjadi pemimpin yang lebih
baik; Anda harus dipercaya oleh orang-orang Anda. Itulah harga yang harus Anda
bayar jika ingin mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan visi Anda.
·
Sebagai
seorang pemimpin, Anda takkan mendapatkan nilai apapun jika gagal dalam suatu
tujuan yang mulia. Anda takkan mendapatkan kepercayaan karena “benar”. Sukses
Anda diukur oleh kemampuan Anda ke tempat yang perlu mereka tuju. Namun Anda
dapat melakukanya hanya jika orang-orang Anda terlebih dahulu percaya kepada
Anda sebagai pemimpin. Itulah realita dari Hukum Kepercayaan.
15.
HUKUM KEMENANGAN
Para Pemimpin Mencari Jalan Agar Timnya Menang
·
Pernahkah
Anda merenungkan, apa yang membedakan pemimpin yang meraih kemenangan dengan
pemimpin yang menderita kekalahan? Apakah syaratnya untuk menjadi pemenang?
Sungguh sulit untuk menentukan kualitas apa yang membedakan seorang pemenang
dengan seorang pecundang. Setiap situasi kepemimpinan itu berbeda. Setiap krisis
punya tantangannya sendiri. Namun saya rasa para pemimpin yang penuh kemenangan
sama-ama memiliki sifat tidak mau menerima kekalahan. Mereka tampaknya tidak
terima jika tidak menang, maka mereka cari tahu, apa yang harus dilakukan agar
meraih kemenangan, lalu mereka kerahkan segala kemampuan untuk mencapainya.
·
Ketika
tekanannya besar, justru para pemimpin besar berfungsi paling baik. Apapun yang
ada dalam diri mereka muncul ke permukaan dan membantu atau malah menjatuhkan
mereka.
·
Tiga
Unsur Kemenangan
a.
Kesatuan
visi
o
Tim-tim
meraih sukses hanya jika para pemainnya memiliki visi yang sama, seberapa
besarpun talenta atau potensi yang ada. Sebuah tim takkan memenangkan kejuaraan
jika para pemainnya punya agenda yang berbeda-beda.
b.
Keterampilan
yang beragam
o
Jelas
bahwa tim membutuhkan keterampilan yang beragam. Coba bayangkan sebuah tim
sepak bola yang seluruh anggotanya penjaga gawang. Demikian pula halnya untuk
meraih sukses, organisasi juga membutuhkan talenta yang beragam, di mana setiap
pemainnya menjalankan perannya dengan baik.
c.
Adanya
seorang pemimpin yang berdedikasi untuk meraih kemenangan dan mengangkat
potensi pemain lainnya
o
“Siapapun
pelatihnya, Anda pokoknya harus punya atlet yang hebat-hebat. Anda tak mungkin
menang tanpa atlet yang baik, tapi, dengan atlet yang baikpun Anda bisa kalah.
Di sinilah letak pentingnya pelatih” (Lou Holtz). Dengan kata lain, Anda juga
membutuhkan kepemimpinan untuk meraih kemenangan. Kesatuan visi tidak akan
terjadi secara spontan. Pemain-pemain yang tepat dengan keterampilan yang
beragam tidaklah bersatu dengan sendirinya. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk
membuat hal-hal itu terjadi. Dan dibutuhkan seorang pemimpin untuk memberikan
motivasi, pemberdayaan, serta arahan yang dibutuhkan untuk menang.
·
Para
pemimpin yang menerapkan Hukum Kemenangan percaya bahwa apapun yang kurang dari
menang itu tidak dapat diterima. Dan mereka tidak punya Rencana B. Itulah yang
membuat mereka terus berjuang.
·
Bagaimanakah
tingkat ekspektasi Anda dalam soal meraih sukses bagi organisasi Anda? Seberapa
berdedikasikah Anda untuk meraih kemenangan dalam “pertandingan” Anda? Apakah
Hukum Kemenangan ada di pihak Anda, atau, jika mengalami masa sulit, Anda mau
menyerah? Jawaban Anda terhadap pertanyaan itu mungkin akan menentukan apakah
Anda gagal atau sukses sebagai pemimpin.
16.
HUKUM MOMENTUM
BESAR
Momentum Adalah Sahabat Terbaik Seorang Pemimpin
·
Semua
pemimpin menghadapi tantangan menciptakan perubahan dalam organisasi. Kuncinya
adalah momentum --- yang disebut Momentum Besar. Sama seperti halnya setiap
pelaut mengetahui bahwa Anda tak mungkin mengemudikan sebuah kapal yang tidak
bergerak maju, para pemimpin yang kuat memahami bahwa untuk mengubah arah,
terlebih dulu Anda harus menciptakan gerakan maju --- dan itu membutuhkan Hukum
Momentum Besar.
·
Dibutuhkan
seorang pemimpin untuk menciptakan momentum. Para pengikut akan menangkapnya.
Dan para manajer dapat melanjutkannya setelah dimulai. Namun menciptkannya
membutuhkan seseorang yang dapat memotivasi orang lain, ukan yang perlu
diberikan motivasi.
·
Momentum
sungguh merupakan sahabat terbaik seorang pemimpin. Terkadang momentumlah
satu-satunya perbedaan antara menang dan kalah. Momentum juga mebuat perbeaan
besar dalam organisasi. Jika Anda tak punya momentum, bahkan tugas-tugas yang
paling sederhanapun tampaknya menjadi masalah besar. Namun jika momentum ada di
pihak Anda, masa depan tampak cerah, hambatan-hambatan tampak kecil, dan
masalah-masalah tampak sementara sifatnya.
·
Kebenaran
tentang Momentum:
a.
Momentum
menjadikan pemimpin tampak lebih baik dari yang sesungguhnya.
o
Jika
ada momentum di pihak pemimpin, orang akan menganggap mereka jenius. Mereka
akan melupakan kelemahan-kelemahan. Mereka akan melupakan kekeliruan-kekeliruan
yang pernah dibuat pemimpin tersebut. Momentum mengubah perspektifnorang akan
seorang pemimpin.
b.
Momentum
membantu para pengikut berprestasi lebih baik dari yang sesungguhnya.
o
Jika
kepemimpinan kuat dan ada momentum dalam sebuah organisasi, orang-orangnya akan
termotivasi dan terinspirasi untuk berprestasi lebih baik. Mereka menjadi
efektif melampaui pengharapan dan ekspektasi mereka.
c.
Momentum
lebih mudah dikendalikan ketimbang dimulai.
o
Memulainya
memang sulit, namun begitu Anda maju, Anda benar-benar akan dapat melakukan
hal-hal yang menakjubkan.
d.
Momentum
adalah pembuat perubahan paling ampuh.
o
Dengan
momentum yang cukup, hampir segala perubahan menjadi mungkin. Momentum membuat
kemenangan mudah diraih.
·
Jika
Anda berhasrat untuk melakukan hal-hal besar dengan organisasi Anda, jangan
pernah melupakan kuasa momentum. Momentum ini sungguh merupakan sahabat terbaik
seorang pemimpin. Jika Anda dapat mengembangkannya, Anda dapat melakukan hampir
segalanya. Itulah kuasa Momentum Besar.