Pages

11 January 2013

21 HUKUM KEPEMIMPINAN SEJATI (Bagian 3)

Setelah 2 tulisan sebelumnya menjabarkan 8 dari 21 Hukum Kepemimpinan Sejati dari John C. Maxwell, tulisan seri ke-3 ini akan menjelaskan 4 Hukum berikutnya dari Hukum Kepemimpinan Sejati.
Apa saja???
Silakan nikmati saja tulisan ini, kawan...
Semoga bermanfaat! :D




  9.     HUKUM DAYA TARIK
Siapa Anda Sesungguhnya Menentukan Siapa Yang Akan Tertarik Kepada Anda

·        Para pemimpin yang efektif selalu mencari orang-orang yang baik.
·        Percaya atau tidak, siapa yang Anda dapatkan tidaklah ditentukan oleh apa yang Anda inginkan. Melainkan oleh siapa Anda sesungguhnya. Pelajarilah kembali daftar kualitas yang ingin Anda lihat dalam diri orang-orang dalam tim Anda, dan di sebelahnya, berikanlah tanda apakah Anda sendiri memiliki kualitas itu atau tidak.
·        Dalam kebanyakan situasi, Anda menarik orang-orang yang memiliki kualitas yang sama dengan Anda. Itulah Hukum Daya Tarik: Siapa Anda sesungguhnya menetukan siapa yang Anda tarik.
·        Tentu, adalah mungkin bagi seorang pemimpin untuk merekrut orang-orang yang tidak seperti dirinya. Para pemimpin yang baik mengetahui bahwa salah satu rahasia sukses adalah dengan melengkapi kelemahan-kelemahannya. Dengan demikian mereka dapat memfokuskan perhatiannya serta berfungsi di bidang kekuatannya sementara yang lain mengurus hal-hal penting lainnya yang tak tertangani. Namun sangatlah penting untuk menyadari bahwa orang yang berbeda takkan dengan sendirinya tertarik kepada Anda. Para pemimpin akan menarik orang-orang yang seperti mereka.
·        Telaahlah karakteristik berikut ini. Mungkin Anda akan menemukan bahwa Anda dan orang-orang yang menjadi pengikut Anda memiliki kesamaan dalam beberapa bidang kunci berikut ini:
a.       Sikap
o   Jarang kita lihat orang yang positif dan yang negative tertarik satu sama lain. Orang yang memandang hidup ini sebagai serangkaian kesempatan serta tantangan menarik tidak mau mendengar orang lain mengeluh melulu.
b.      Generasi
o Orang cenderung menarik orang lain yang kira-kira seusia. Siapa Anda sesungguhnya akan menentukan siapa yang Anda tarik.
c.       Latar belakang
o   Salah satu prestasi Theodore Roosevelt adalah ketika ia berani menyerang San Juan Hill dengan Rough Riders pada saat Perang Spanyol-Amerika. Roosevelt secara pribadi merekrut seluruh pasukan kavaleri sukarela, dan katanya, pasukan ini lain daripada yang lain, terdiri dari terutama dari dua jenis orang: bangsawan kaya dari Timur Laut serta koboi dari Wild West. Mengapa? Karena ia dilahirkan sebagai bangsawan, berpendidikan di Harvard, dan mengubah dirinya menjadi koboi sungguhan dan pemburu tangguh di Dakotas di sebelah Barat. Ia adalah pemimpin sejati yang kuat dalam dua dunia tersebut, dan akibatnya, ia menarik kedua jenis kelompok itu.
d.      Nilai-nilai
o   Orang-orang akan tertarik kepada pemimpin yang nilai-nilainya serupa dengan nilai-nilai mereka sendiri. Karakter apapun yang Anda miliki, akan Anda temukan dalam diri pengikut Anda.
e.       Pengalaman hidup
o   Pengalaman hidup adalah satu lagi bidang daya tarik orang.
f.       Kemampuan Memimpin
o   Akhirnya, orang yang tertarik kepada Anda akan memiliki kemampuan memimpin yang serupa dengan Anda. Orang dengan sendirinya akan mengikuti pemimpin yang lebih kuat daripada mereka sendiri. Namun Anda juga harus memperhitungkan factor Hukum Daya Tarik, yang menyatakan bahwa siapa Anda sesungguhnya akan menentukan orang sepeti apa yang akan tertarik kepada Anda. Itu artinya bahwa jika Anda bernilai 7 dalam soal kepemimpinan, rasanya Anda akan menarik mereka yang bernilai 5 dan 6 ketimbang yang bernilai 2 dan 3. Pemimpin yang tertarik kepada Anda akan serupa dalam gaya serta kemampuannya dengan Anda.
·        Semakin baik kepemimpinan Anda, akan semakin baik pula pemimpin-pemimpin yang tertarik kepada Anda. Dan itu sangat mempengaruhi segala yang Anda perbuat.
·        Bagaimanakah orang-orang yang sekarang ini tertarik kepada organisasi Anda atau departemen Anda? Apakah mereka pemimpin yang kuat, mampu, serta berpotensi, seperti yang Anda inginkan? Atau mungkinkah mereka menjadi lebih baik? Ingatlah, ujung-ujungnya, kualitas mereka tidaklah tergantung pada proses perekrutannya, pada departemen sumber daya manusia, atau bahkan apa yang Anda anggap kualitas dari orang-orang Anda. Melainkan tergantung pada Anda. Jika Anda piker orang yang Anda tarik bisa lebih baik, tibalah saatnya untuk memperbaiki diri sendiri dulu. Siapa Anda sesungguhnya akan menentukan siapa yang Anda tarik. Itulah Hukum Daya Tarik.

  
  10.     HUKUM HUBUNGAN YANG BAIK
Seorang Pemimpin Akan Terlebih Dahulu Menyentuh Hati Baru Minta Tolong

·         Pemimpin yang efektif tahu bahwa Anda terlebih dulu harus menyentuh hati orang sebelum minta tolong kepada mereka. Itulah Hukum Hubungan Yang Baik. Semua komunikator yang ulung menyadari kebenaran ini dan menerapkannya hampir secara naluriah. Anda takkan dapat menggerakkan orang kecuali terlebih dulu menggugah emosinya. Perasaan lebih penting daripada rasio.
·         Membina hubungan dengan orang lain bukanlah sesuatu yang perlu terjadi hanya jika seorang pemimpin sedang berkomunikasi dengan sekelompok orang, melainkan perlu terjadi secara individual. Semakin kuat hubungan serta komunikasi antar individu, semakin besar kemungkinan sang pengikut ingin menolong sang pemimpin. Dengan membina hubungan dengan orang lain serta memperlihatkan ketulusan Anda dalam membantu mereka, Anda akan mengembangkan kredibilitas.
·         Kunci untuk menjalin hubungan dengan orang lain adalah menyadari bahwa bahkan dalam kelompok pun, Anda harus berhubungan secara individual dengan orang lain. Jenderal Norman Schwarzkopf berkomentar, “Saya telah melihat para pemimpin besar yang kompeten berdiri di hadapan sebuah pasukan dan melihatnya sebagai 44 individu, yang masing-masing memiliki aspirasi sendiri, yang masing-masing ingin hidup, yang masing-masing ingin berbuat baik”.
·         Ada pemimpin yang mengalmi kesulitan dengan Hukum Hubungan yang Baik karena mereka percaya bahwa menjalin hubungan adalah tanggung jawab para pengikut. Ini terutama terjadi pada para pemimpin atas dasar posisi. Mereka sering berpikir, kan saya bossnya, saya yang pegang posisi, mereka kan Cuma bawahan saya, biar saja mereka datang kepada saya. Namun pemimpin sukses yang mentaati Hukum Hubungan Baik selalu mengambil inisiatif. Mereka mengambil langkah pertama lalu berupaya membina hubungan. Itu tidak selalu mudah, namun penting bagi suksesnya organisasi. Seorang pemimpin harus melakukannya, seberapa beratpun hambatannya.
·         Mungkin kedengarannya janggal, namun benar: Orang takkan peduli seberapa banyak yang Anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh Anda peduli.
·         Jangan pernah meremehkan pentingnya membangun jembatan hubungan dengan orang-orang yang Anda pimpin. Ada suatu ungkapan kuno yang mengatakan: Untuk memimpin diri sendiri, gunakanlah rasio Anda; untuk memimpin orang lain, gunakanlah hati Anda. Sentuhlah hatinya terlebih dulu sebelum Anda minta tolong kepada seseorang. Itulah sifat dari Hukum Hubungan yang Baik.

  
  11.     HUKUM LINGKUNGAN SEPERGAULAN
Potensi Seorang Pemimpin Ditentukan Oleh Mereka Yang Paling Dekat Dengannya.

·         Potensi setiap pemimpin ditentukan oleh orang-orang yang paling dekat dengannya. Jika orang-orang tersebut kuat, maka sang pemimpin dapat membuat dampak yang besar. Jika mereka lemah, tidak mungkin. Itulah Hukum Lingkungan Sepergaulan.
·         Pemimpin Lone Rangers itu tidak ada. Renungkanlah: Jika Anda sendirin, Anda tidak memimpin siapapun, bukan? Ahli kepemimpinan, Warren Bennis, benar, ketika ia mengatakan, “Sang pemimpin menemukan kebesarannya dalam kelompok, dan ia membantu para pengikutnya menemukannya dalam diri sendiri”.
·         Dalam keadaan terbaik, seorang pemimpin harus berusaha mengangkat orang yang tepat untuk menjadi lingkungan sepergaulannya dari dalam organisasinya. Tentu, hal ini tidak selalu mungkin. Namun, Anda takkan kecewa dengan kepuasan serta imbalan mengangkat orang-orang yang tepat.
·         Anda seharunya berusaha memasukkan lima jenis orang menjadi lingkungan sepergaulan Anda. Semuanya dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi Anda serta organisasi Anda.
a.       Nilai Potensial --- Mereka yang mengangkat dirinya sendiri
o   Kemampuan pertama yang harus dimiliki setiap pemimpin adalah kemampuan memimpin serta memotivasi diri sendiri. Bukalah mata Anda selalu terhadap orang-orang yang punya potensi.
b.      Nilai Positif --- Mereka yang mengangkat moral dalam organisasi
o   Orang yang mampu mengangkat orang lain dan meningkatkan moral dalam sebuah organisasi sungguh berharga, dan mereka selalu menjadi asset berharga dalam lingkungan sepergaulan seorang pemimpin.
c.       Nilai Pribadi --- Mereka yang mengangkat pemimpin
o   Memang benar bahwa pemimpin itu menanggung beban berat. Namun Anda tak perlu menjalaninya sendirian. Di puncak itu sepi rasanya, maka sebaiknya Anda mengajak seseorang bersama Anda. Carilah lingkungan sepergaulan yang dapat membantu Anda menjadi lebih baik.
d.      Nilai Produksi --- Mereka yang mengangkat orang lain
o   Untuk lingkungan sepergaulan Anda, carilah orang yang mampu mengangkat pemimpin lainnya.
e.       Nilai Yang Telah Terbukti --- Mereka mengangkat orang-orang yang mengangkat orang lain
o   Nilai terbesar bagi pemimpin manapun adalah seseorang yang dapat mengangkat pemimpin lainnya. Hal itu akan menghasilkan kepemimpinan multigenerasi (Kuasa ini dapat dibaca dalam Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif).
·         Lea Iacocca mengatakan bahwa sukses datang bukan dari apa yang Anda ketahui, melainkan dari siapa yang Anda kenal dan bagaimana Anda membawa diri terhadap masing-masing orang tersebut. Anda tahu bahwa Anda memiliki potensi yang masih belum Anda capai, dan jika Anda ingin mencapainya suatu hari nanti, saya harus mengelilingi diri saya dengan orang-orang terbaik. Itulah satu-satunya cara untuk mencapainya. Itulah Hukum Lingkungan Sepergaulan.

  

  12.     HUKUM PEMBERDAYAAN
Hanya Pemimpin Yang Mapanlah Yang Memberikan Kekuatan Kepada Orang Lain

·         “Eksekutif terbaik adalah dia yang cukup mampu memilih orang-orang baik untuk melaksanakan apa yang diinginkannya, dan cukup mampu menguasai diri untuk tidak campur tangan sementara mereka melaksanakannya”. (Theodore Roosevelt)
·         Analis kepemimpinan, Lynne McFarland, Larry Senn, dan John Childless, menegaskan bahwa “model kepemimpinan yang memberdayakan akan menjauhkan diri dari ‘kekuasaan atas dasar posisi’ di mana semua orang diberikan peran kepemimpinan agar mereka dapat berkontribusi sepenuhnya”. Hanya orang-orang yang diberdayakanlah yang dapat mencapai potensi mereka. Jika seorang pemimpin tidak dapat atau tidak mau memberdayakan orang lain, ia akan menciptakan hambatan di dalam organisasi yang tak dapat diatasi orang-orangnya. Jika hambatan-hambatan ini tetap ada cukup lama, maka orang-orang akan menyerah, atau pindah ke organisasi lainnya di mana mereka dapat memaksimalkan potensi mereka.
·         Mengapa sementara pemimpin melanggar Hukum Pemberdayaan?
a.       Ingin memiliki kepastian kerja
o   Musuh pemberdayaan nomor satu adalah keinginan untuk memiliki kepastian kerja. Seorang pemimpin yang kuatir bahwa jika ia membantu para bawahannya, maka ia akan dapat digantikan. Namun sesungguhnya, satu-satunya cara untuk menjadikan diri Anda tak tergantikan adalah justru menjadikan diri Anda dapat digantikan. Dengan kata lain, jika Anda terus dapat memberdayakan orang lain dan membantu mereka berkembang agar mereka menjadi mampu mengambil alih tugas Anda, Anda akan menjadi sedemikian berharga bagi organisasi sehingga Anda tak tergantikan. Itulah paradox Hukum Pemberdayaan.
b.      Menolak perubahan
o   Penulis pemenang Hadiah Nobel, John Steinbeck, menyatakan. “Adalah sifat manusia untuk memprotes terhadap perubahan dengan bertambahnya usia, terutama, perubahan demi kebaikan”. Berdasarkan sifatnya, pemberdayaan itu membawa perubahan terus menerus karena mendorong orang untuk bertumbuh serta berinovasi. Perubahan adalah harga dari kemajuan.
c.       Tidak memiliki harga diri
o   Banyak orang mendapatkan nilai pribadi serta harga dirinya dari pekerjaannya atau posisinya. Ancamlah untuk mengubah salah satunya, maka Anda mengancam harga diri mereka. Sebaliknya, penulis Buck Rogers mengatakan, “Bagi mereka yang percaya diri, perubahan adalah suatu perangsang karena mereka percaya bahwa seseorang dapat membuat perbedaan dan mempengaruhi apa yang terjadi di sekelilingnya. Orang-orang ini adalah pelaku dan motivator”. Mereka juga pemberdaya.
·         Hanya pemimpin yang mantaplah yang dapat memberikan dirinya. Hal-hal besar bisa terjadi hanya jika Anda member kepercayaan kepada orang lain. Itulah cara kerja Hukum Pemberdayaan.
·         “Kepemimpinan haruslah didasarkan pada itikad baik . . . Itu artinya komitmen yang jelas dengan sepenuh hati untuk membantu para pengikut . . . Pemimpin yang kita butuhkan adalah orang-orang yang peka hatinya yang begitu membantu sehingga mereka melupakan pekerjaannya sendiri. Namun pemimpin seperti itu tidak pernah kekurangan pekerjaan, tidak pernah kekurangan pengikut. Walaupun kedengarannya janggal, para pemimpin besar mendapatkan kewenangannya justru dengan memberikannya”. (Laksamana James B. Stockdale)
·         Kunci dalam memberdayakan orang lain adalah keyakinan yang besar terhadap orang lain.
·         Pemberdayaan itu sungguh ampuh --- bukan saja bagi orang yang dikembangkan , melainkan juga bagi sang mentor. Memperbesar orang lain akan memperbesar Anda. Dan telah menjadikan Anda lebih baik, bukan hanya karena ia membantu Anda mencapai lebih banyak ketimbang yang dapat Anda capai sendirian, melainkan juga karena keseluruhan prosesnya menjadikan Anda pemimpin yang lebih baik. Itulah dampak dari Hukum Pemberdayaan.


05 January 2013

GUNUNG LAWU, Penakluk Diri dan Kalbu

Sebuah rekam jejak perjalanan penutup tahun....
Bermodal tekad dan semangat, mencoba mengikuti kata hati dan passion...
Mencoba nekat menyisihkan rezeki untuk mempersiapkan bekal yang lebih mumpuni...
Menakar peluang dalam kesempatan yang berada di depan mata...

Alhamdulillah, maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? :)


  



 




 

Gunung Wilis dilihat dari Gunung Lawu (ed.)



--- Lawu, 22-23 Desember 2012 ---

 

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

(Soe Hok Gie)