Pages

02 May 2013

21 HUKUM KEPEMIMPINAN SEJATI (Bagian 4)


  13. HUKUM REPRODUKSI
   Dibutuhkan Seorang Pemimpin Untuk Mengangkat Seorang Pemimpin

·         Dalam bahasan Hukum Kehormatan dijelaskan bahwa orang dengan sendirinya mengikuti pemimpin yang lebih kuat daripada mereka sendiri. Demikian pulalah halnya, hanya pemimpinlah yang mampu mengembangkan pemimpin lainnya. Orang tak mungkin memberikan kepada orang lain sesuatu yang tak dimilikinya. Para pengikut takkan dapat mengembangkan pemimpin. Namun hanya karena seseorang adalah pemimpin, belum tentu ia akan mengangkat pemimpin lainnya.
·         Mengapakah tidak semua pemimpin mengembangkan pemimpin lainnya? Ada banyak alasannya. Terkadang mereka tidak menyadari nilai dari mengembangkan pemimpin (dibahas mendalam pada Hukum Pertumbuhan Eksplosif). Yang lain mungkin terlalu memfokuskan perhatiannya pada para pengikutnya dan memberikan begitu banyak sehingga tidak ada sisa bagi staff kuncinya.
·         Untuk menjatuhkan orang lain, Anda pun harus jatuh bersama mereka.
·         Jika Anda ingin terus berkembang sebagai seorang pemimpin, Andapun harus melakukan hal yang sama. Lewatkanlah waktu bersama pemimpin terbaik yang dapat Anda temukan. Jika Anda baru saja mulai, Anda mungkin perlu melewatkan waktu bersama orang-orang di bidang Anda agar Anda dapat menguasai dasar-dasar profesi Anda. Namun begitu Anda mendapatkan landasan tersebut, pelajarilah kepemimpinan dari orang-orang dari berbagai profesi. Apapun profesinya, prinsip-prinsip kepemimpinan tetap sama.
·         Satu-satunya cara Anda dapat mengembangkan pemimpin lainnya adalah menjadi pemimpin yang lebih baik. Jika Anda telah mengmbil langkah pertama itu, syukurlah. Anda sudah pada posisi untuk mengangkat pemimpin lainnya. Sementara Anda mulai, ingatlah bahwa pemimpin yang mengangkat pemimpin …
a.       Melihat gambaran besarnya
o   Setiap mentor kepemimpinan yang efektif menjadikan pengembangan pemimpin itu salah satu prioritas yang tertinggi dalam hidupnya. Ia tahu bahwa potensi organisasinya tergantung pada pertumbuhan kepemimpinannya. Semakin banyak pemimpin yang ada, semakin besar kesempatan suksesnya.
b.      Menarik para pemimpin potensial
o   Ross Perot mengatakan, “Pemimpin itu tidak berkerumun. Anda harus mencarinya satu persatu”. Itu benar. Namun seperti yang juga dikatakan oleh Hukum Daya Tarik, jika Anda terlebih dulu mengembangkan kualitas kepemimpinan, Anda akan mampu menarik orang-orang yang memiliki potensi menjadi pemimpin. Jika Anda melakukannya dan juga mendapatkan rasa hormat mereka, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan mereka menjadi pemimpin yang lebih baik.
c.       Menciptakan lingkungan elang
o   Lingkungan di mana kepemimpinan itu dihargai dan diajarkan menjadi asset bagi seorang mentor kepemimpinan. Bukan saja lingkungan seperti itu menarik “para elang”, melainkan juga membantu mereka belajar terbang. Suatu lingkungan elang adalah lingkungan di mana seorang pemimpin melontarkan suatu visi, menawarkan insentif, mendorong kreativitas, membiarkan orang mengambil risiko, dan meminta pertanggungjawaban. Lakukanlah hal itu untuk waktu yang cukup lama dengan cukup banyak orang, maka akan Anda kembangkan suatu kebudayaan kepemimpinan di mana para elang akan berkerumun.
·         Semuanya bermula dari atas, karena dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengangkat pemimpin lainnya. Para pengikut tak mungkin melakukannya. Atau program-program institusional. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengenal seorang pemimpin lainnya, memperlihatkan seorang pemimpin lainnya, dan mengembangkan seorang pemimpin lainnya. Itulah Hukum Reproduksi.


  14. HUKUM KEPERCAYAAN
   Orang Percaya Dulu Kepada Sang Pemimpin Baru Visinya

·         Sang pemimpin menemukan impiannya baru pengikutnya. Pengikut menemukan pemimpinnya baru impiannya. Begitulah cara kerja Hukum Kepercayaan.
·         Banyak orang yang terbalik pendekatannya dalam bidang visi dalam kepemimpinan. Mereka percaya bahwa jika tujuannya cukup baik, orang otomatis akan percaya dan mengikutinya.Namun bukan begitulah cara kerja kepemimpinan yang sesungguhnya. Orang takkan mengikuti tujuannya terlebih dulu. Mereka mengikuti pemimpin yang dapat dipercaya, yang melontarkan tujuan-tujuan yang layak. Orang akan percaya kepada sang pemimpinnya dulu, baru visi sang pemimpin.
·         Setiap pesan yang orang terima disaring oleh pembawa pesannya. Jika Anda menganggap seorang pembawa pesan dapat dipercaya, maka Anda percaya nahwa pesannya ada nilainya. Begitu orang percaya pada seseorang, mereka akan bersedia memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan visinya. Orang ingin mengikuti orang-orang dengan siapa mereka akur.
·         Kombinasi pemimpin dan visi dengan hasil:
a.       Jika para pengikut tidak suka pemimpinnya atau visinya, mereka akan mencari pemimpin lain.
b.      Jika para pengikut tidak suka pemimpinnya namun suka visinya, mereka tetap akan mencari pemimpin lain.
c.       Jika para pengikut suka pemimpinnya namun tidak suka visinya, mereka ubah visinya.
d.      Jika para pengikut suka kepada pemimpinnya dan visinya, mereka akan mendukung keduanya.
·         Sebagai pemimpin, visi yang hebat atau tujuan yang layak tidaklah cukup untuk membuat orang mengikuti Anda. Terlebih dulu Anda harus menjadi pemimpin yang lebih baik; Anda harus dipercaya oleh orang-orang Anda. Itulah harga yang harus Anda bayar jika ingin mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan visi Anda.
·         Sebagai seorang pemimpin, Anda takkan mendapatkan nilai apapun jika gagal dalam suatu tujuan yang mulia. Anda takkan mendapatkan kepercayaan karena “benar”. Sukses Anda diukur oleh kemampuan Anda ke tempat yang perlu mereka tuju. Namun Anda dapat melakukanya hanya jika orang-orang Anda terlebih dahulu percaya kepada Anda sebagai pemimpin. Itulah realita dari Hukum Kepercayaan.
  

  15.     HUKUM KEMENANGAN
    Para Pemimpin Mencari Jalan Agar Timnya Menang

·         Pernahkah Anda merenungkan, apa yang membedakan pemimpin yang meraih kemenangan dengan pemimpin yang menderita kekalahan? Apakah syaratnya untuk menjadi pemenang? Sungguh sulit untuk menentukan kualitas apa yang membedakan seorang pemenang dengan seorang pecundang. Setiap situasi kepemimpinan itu berbeda. Setiap krisis punya tantangannya sendiri. Namun saya rasa para pemimpin yang penuh kemenangan sama-ama memiliki sifat tidak mau menerima kekalahan. Mereka tampaknya tidak terima jika tidak menang, maka mereka cari tahu, apa yang harus dilakukan agar meraih kemenangan, lalu mereka kerahkan segala kemampuan untuk mencapainya.
·         Ketika tekanannya besar, justru para pemimpin besar berfungsi paling baik. Apapun yang ada dalam diri mereka muncul ke permukaan dan membantu atau malah menjatuhkan mereka.
·         Tiga Unsur Kemenangan
a.       Kesatuan visi
o   Tim-tim meraih sukses hanya jika para pemainnya memiliki visi yang sama, seberapa besarpun talenta atau potensi yang ada. Sebuah tim takkan memenangkan kejuaraan jika para pemainnya punya agenda yang berbeda-beda.
b.      Keterampilan yang beragam
o   Jelas bahwa tim membutuhkan keterampilan yang beragam. Coba bayangkan sebuah tim sepak bola yang seluruh anggotanya penjaga gawang. Demikian pula halnya untuk meraih sukses, organisasi juga membutuhkan talenta yang beragam, di mana setiap pemainnya menjalankan perannya dengan baik.
c.       Adanya seorang pemimpin yang berdedikasi untuk meraih kemenangan dan mengangkat potensi pemain lainnya
o   “Siapapun pelatihnya, Anda pokoknya harus punya atlet yang hebat-hebat. Anda tak mungkin menang tanpa atlet yang baik, tapi, dengan atlet yang baikpun Anda bisa kalah. Di sinilah letak pentingnya pelatih” (Lou Holtz). Dengan kata lain, Anda juga membutuhkan kepemimpinan untuk meraih kemenangan. Kesatuan visi tidak akan terjadi secara spontan. Pemain-pemain yang tepat dengan keterampilan yang beragam tidaklah bersatu dengan sendirinya. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk membuat hal-hal itu terjadi. Dan dibutuhkan seorang pemimpin untuk memberikan motivasi, pemberdayaan, serta arahan yang dibutuhkan untuk menang.
·         Para pemimpin yang menerapkan Hukum Kemenangan percaya bahwa apapun yang kurang dari menang itu tidak dapat diterima. Dan mereka tidak punya Rencana B. Itulah yang membuat mereka terus berjuang.
·         Bagaimanakah tingkat ekspektasi Anda dalam soal meraih sukses bagi organisasi Anda? Seberapa berdedikasikah Anda untuk meraih kemenangan dalam “pertandingan” Anda? Apakah Hukum Kemenangan ada di pihak Anda, atau, jika mengalami masa sulit, Anda mau menyerah? Jawaban Anda terhadap pertanyaan itu mungkin akan menentukan apakah Anda gagal atau sukses sebagai pemimpin.

   
  16.     HUKUM MOMENTUM BESAR
     Momentum Adalah Sahabat Terbaik Seorang Pemimpin

·         Semua pemimpin menghadapi tantangan menciptakan perubahan dalam organisasi. Kuncinya adalah momentum --- yang disebut Momentum Besar. Sama seperti halnya setiap pelaut mengetahui bahwa Anda tak mungkin mengemudikan sebuah kapal yang tidak bergerak maju, para pemimpin yang kuat memahami bahwa untuk mengubah arah, terlebih dulu Anda harus menciptakan gerakan maju --- dan itu membutuhkan Hukum Momentum Besar.
·         Dibutuhkan seorang pemimpin untuk menciptakan momentum. Para pengikut akan menangkapnya. Dan para manajer dapat melanjutkannya setelah dimulai. Namun menciptkannya membutuhkan seseorang yang dapat memotivasi orang lain, ukan yang perlu diberikan motivasi.
·         Momentum sungguh merupakan sahabat terbaik seorang pemimpin. Terkadang momentumlah satu-satunya perbedaan antara menang dan kalah. Momentum juga mebuat perbeaan besar dalam organisasi. Jika Anda tak punya momentum, bahkan tugas-tugas yang paling sederhanapun tampaknya menjadi masalah besar. Namun jika momentum ada di pihak Anda, masa depan tampak cerah, hambatan-hambatan tampak kecil, dan masalah-masalah tampak sementara sifatnya.
·         Kebenaran tentang Momentum:
a.       Momentum menjadikan pemimpin tampak lebih baik dari yang sesungguhnya.
o   Jika ada momentum di pihak pemimpin, orang akan menganggap mereka jenius. Mereka akan melupakan kelemahan-kelemahan. Mereka akan melupakan kekeliruan-kekeliruan yang pernah dibuat pemimpin tersebut. Momentum mengubah perspektifnorang akan seorang pemimpin.
b.      Momentum membantu para pengikut berprestasi lebih baik dari yang sesungguhnya.
o   Jika kepemimpinan kuat dan ada momentum dalam sebuah organisasi, orang-orangnya akan termotivasi dan terinspirasi untuk berprestasi lebih baik. Mereka menjadi efektif melampaui pengharapan dan ekspektasi mereka.
c.       Momentum lebih mudah dikendalikan ketimbang dimulai.
o   Memulainya memang sulit, namun begitu Anda maju, Anda benar-benar akan dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan.
d.      Momentum adalah pembuat perubahan paling ampuh.
o   Dengan momentum yang cukup, hampir segala perubahan menjadi mungkin. Momentum membuat kemenangan mudah diraih.
·         Jika Anda berhasrat untuk melakukan hal-hal besar dengan organisasi Anda, jangan pernah melupakan kuasa momentum. Momentum ini sungguh merupakan sahabat terbaik seorang pemimpin. Jika Anda dapat mengembangkannya, Anda dapat melakukan hampir segalanya. Itulah kuasa Momentum Besar.