Apa Kabar Suara Hati ?
(Part I)
Entah mengapa, dalam beberapa hari ini aku seperti orang yang kebingungan. Seperti ada yang menghantui organ pengatur hidupku, namun aku sendiripun tak bisa mendeskripsikan ‘pengganggu’ itu, makhluk tak kasat mata yang mengiringi langkah hidupku beberapa saat terakhir.
Ku coba menerka-nerka sesuatu yang selalu membuatku berpikir akhir-akhir ini. Ku merenung, mencoba menjelajahi alam pikirku untuk mencari tahu dan memperoleh jawab itu. Terbersit beberapa jawaban yang sayangnya aku pun tak tahu apakah memang benar ‘mereka’ yang membuatku tak tenag akhir-akhir ini.
Kubayangkan. Kupikirkan. Kurenungkan.
Mulai dari dinamika kampus yang kontras dengan dunia kemahasiswaan di Sipil, atau karena perbaikan prinsipku terkait reorientasi akademikku. Semua itu belum mapu menjawab tanda tanya besar di dalam benakku. Bahkan, ketika yang terlintas adalah sebuah rasa pesimisme terkait himpunan ke depan, aku pun tak yakin itu adalah jawabnya.
Yah…Mungkin saat ini hanya diri ini yang merasakan hal tersebut. Entah itu akibat karakteristik koleris-melankolis yang ‘kata’ LKMM Pra TD ada di dalam diriku. Yang jelas saat ini aku merasa ‘sendiri’. Sendiri dalam arti hanya aku dan segelintir orang yang mau memperjuangkan nilai-nilai kemahasiswaan bisa diterapkan secara utuh dan konsekuen khususnya di lingkunagn jurusanku. Rekan-rekan angkatanku yang notabenenya adalah keluarga seperjuanganku belum terlalu proaktif untuk mengimplementasikan peran dan fungsi mahasiswa yang telah mereka dapatkan sepanjang hidup mereka di Sipil. Padahal, secara potensi aku yakin angkatankulah yang berada di garda terdepan. Sayangnya, potensi itu belum diimbangi oleh kemauan personal dan komunal yang membara. Kebanyakan dari mereka masih terbelenggu dalam paradigma akademik yang kurang sesuai dengan koridor yang seharusnya, dan ironisnya masih banyak yang menggunakan akademik sebagai ‘tameng’ yang dibuat-buat. Sebuah potret buram dari dunia kemahasiswaan di Sipil pada khususnya.
Hal tersebut yang mendasariku untuk melakukan sebuah perubahan ‘kecil’ dalam diriku seperti yang pernah ku tulis sebelumnya, yakni reorientasi akademik di mana aku berusaha menerapkan nila-nilai dasar akademik secara konsekuen sehingga hasil yang ku dapat benar-benar menggambarkan usahaku. Selain itu, aku juga termotivasi untuk menyajikan fakta bermakna definitive bahwa kademik dan non akademik bisa disandingkan dengan baik jika kita mampu berjuang dengan berlandaskan nilai-nilai kejujuran dan kepekaan. Ku kira memang bukan hal mudah mewujudkan hal tersebut. Perlu komitmen dan integritas yang tinggi sebagai modal kesadaran. Namun tentunya akan memberikan dampak signifikan dan memacu rekan-rekanku untuk melakukan hal serupa apabila usahaku itu terwujud.
Sejujurnya, aku merasa iri dengan dinamika jurusan lain yang begitu kentara, menenggelamkan Sipil dengan segala idealisme tumpulnya, meruntuhkan Sipil dengan keprimordialannya dan menyingkirkan Sipil dari peredaran dalam KM ITS. Namun hujatan, cacian dan kecaman tidak akan membuat permasalahan itu selesai begitu saja. Yang dibutuhkan sekarang adalah tekad untuk bangkit dan merajai kehidupan kemahasiswaan KM ITS, serta sikap yang secara konsisten dan konsekuen untuk mengaplikasikan peran dan fungsi mahasiswa demi tercapainya amanat yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bbbeuuuhhh….renungan sejenakku ini sudah membuatku membual alias tembereng…hahahaha….Entah ini sudah mampu menjawab keresahan diriku ini atau belum. Yang bisa kulakukan hanyalah bertindak sesuai dengan hati nuraniku untuk selalu memberikan sesuatu yang terbaik. Yang jelas setiap manusia memiliki waktu yang sama, yang membedakan hanyalah pemanfaatannya.
Bergerak ataukah terpuruk dalam jurang kenistaan ???
Surabaya, 16 Februari 2010
Muhlas Hanif Wigananda
3108100125
No comments:
Post a Comment