Pages

05 December 2012

KETIKA SANG GARUDA TERCABIK OLEH POLITIK . . .

1. Degradasi prestasi, kualitas sumber daya dan pembinaan keolahragaan adalah salah satu efek domino rusaknya sistem politik negeri ini.
2. Terlalu banyak orang yang tak baik memegang kendali dalam pusaran arus politik oportunis-tendensius. Orang baiknya hanya bisa bertahan.
3. Adanya KPSI berarti: PSSI tidak becus dan ada segolongan yang kecewa namun sangat tidak dewasa.
4. Kenapa PSSI tidak becu
s? Kepemimpinan yang tak kapabel dan sistem yang sarat kepentingan politis. (lihat saja proses pemilihan ketuanya)
5. Kenapa KPSI tak dewasa? Pengusungnya haus kekuasaan dan pengaruh serta (lagi-lagi) sistem yang sarat kepentingan politis. (ingat proses lahirnya)
6. Kenapa bisa ada PSSI vs. KPSI ? Karena Kemenporanya tak kapabel alias mandul, tak punya legitimasi, visi dan aksi yang rill.
7. Kenapa Kemenporanya mandul? Karena menterinya tidak dipilih berdasarkan keahlian, tapi politis. Jadi, menterinya lebih sibuk ke partai.
8. Kenapa bisa salah pilih menteri? karena presidennya terlanjur terjebak dalam sistem politik transaksional, beliau lebih pilih pencitraan.
9. Apa artinya? Ternyata dalam dunia olahraga pun juga sangat terkait dengan perpolitikan. Olahraga baik jika dan hanya jika ada sistem dan figur yang baik.
10. Kalau ada yg berpikir bahwa politik dan olahraga itu tak ada hubungannya, kemungkinan besar dia mendefinisikan politik dalam arti sempit.
11. Dalam arti sempit, ilmu politik diartikan sebagai ilmu dan cara-cara untuk meraih kekuasaan. Padahal politik tidak bisa diartikan sesempit itu
12. Dalam arti luas, ilmu politik didefinisikan sebagai ilmu penyelenggaraan dan pengelolaan negara.Begitu luas kan?
13. Dalam entitas negara ada banyak atribut penyusun seperti: hukum, geografis, demografis, ekonomi, seni, pendidikan termasuk olahraga.
14. Jadi, tidak bisa kita pisahkan politik dengan bidang-bidang lainnya, karena setiap bidang pasti ada unsur politiknya.
15. Ini yg membuat setiap orang, khususnya pemuda, yang akan berkiprah dalam berbagai bidang mau tak mau harus punya kesadaran politik.
16. Yang mau jadi dosen, harus paham politik, supaya arah pendidikan kita tetap bergerak ke arah janji "mencerdaskan kehidupan bangsa".
17. Yang mau jadi PNS, harus paham politik, supaya birokrasi kita bisa segera terbebas merdeka praktik-praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
18. Yang mau jadi wirausahawan, harus paham politik, supaya tetap bisa mengawal terwujudnya ekonomi kerakyatan dan pemerataan hasil pembanunan
19. Yang mau jadi pegiat sosial, harus paham politik, supaya bisa terus mengawal terwujudnya masyarakat humanis yang bernafaskan "kemanusiaan yang adil dan beradab".
20. Setiap orang harus mau belajar politik dalam arti luas. Harus melek politik, dan punya kesadaran politik. Bahkan, berintegritas politik.
21. Setiap orang harus berani mengambil peran. Masa depan negara ini tak bisa digantungkan kepada satu sosok saja. Tak akan pernah bisa.
22. Kalau dipaksakan, bakal jadi seperti Timnas kita. Terlalu Andik-sentris. Minim kreasi, ketahanan payah, mudah diserang dari sana-sini.
23. Belajar dari sejarah, Indonesia lahir & tumbuh berkembang dari kepemimpinan kolektif. Saling mengisi, saling melengkapi.
24. Sukarno, orang teknik yang berpolitik. Bung Hatta, orang ekonomi yang berpolitik. Hamka, budayawan yang berpolitik. Agus Salim, kyai yang berpolitik
25. Chairil Anwar, sastrawan yang berpolitik. Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan yang berpolitik. Jenderal Soedirman, prajurit yang berpolitik
26. Sudah banyak contoh menunjukkan bahwa setiap bidang pasti berhubungan erat dengan politik. Tinggal kita mau atau tidak menyadarinya.
27. Karena politik = proses bernegara, dan dalam proses bernegara outputnya adalah kebijakan-kebijakan di berbagai sektor kehidupan.
28. Kalau orang baik tak mau berpolitik, jangan salahkan apabila akhirnya orang yang tak baik yang menghasilkan sistem dan kebijakan tak baik.
29. Kemenpora, PSSI, KPSI adalah bukti yang amat sangat nyata sekali dari praktek semacam itu. Orang yang salah di tempat yg (harusnya) baik. Hasilnya pun menjadi tak baik.
30. Sudah terlalu lama sistem politik dan pemerintahan Indonesia didominasi oleh orang-orang yang tak baik. Mengapa demikian?
31. Karena orang baiknya tak mau berkecimpung dan merelakan diri berjuang di tengah 'lumpur' akibat memandang politik dlam sudut sempit.
32. Indonesia butuh kepemimpinan kolektif dengan karakter NEGARAWAN-PROFESIONAL. Mengapa harus demikian?
33. Negarawan berarti dia memiliki karakter kebangsaan dan kerakyatan yang kuat. Tahu, paham, dan implementatif dalam bernegara.
34. Profesional berarti dia punya keunggulan keilmuan spesifik yang bisa dikembangkan sbg kekuatan masa depan bangsanya.
35. Bung Karno dan Bung Hatta adalah figur yang tepat dari generasi yangg lalu. BJ Habibie adalah contoh yang tepat dari masa kini. Siapa figur masa depan?
36. Apakah kamu seorang penikmat, pengamat, atau pegiat? Mari terus belajar, kawan, demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. :)
37. Kultwit ini adalah ungkapan hati setelah melihat Timnas kalah (lagi) lawan Malaysia. Ayo benahi negara ini, rek! :D

No comments:

Post a Comment